Minggu, 02 Februari 2020

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 ANALISIS KUALITATIF UNSUR - UNSUR ZAT ORGANIK DAN PENENTUAN KELAS KELARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I









NAMA             : DIANA SARI
NIM                 : A1C118096




DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020









VII. DATA PENGAMATAN
7.1 Analisa Unsur
a. Karbon dan Halogen
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Serbuk CuO kering dikeringkan diatas pemanas busen
Tidak terjadi perubahan apapun
Ditambahkan gula
Gula meleleh dan tercampur dengan serbuk CuO.
Dipindahkan kedalam tabung reaksi pyrex. Disusun dengan penyumbat dan pipa pengalir gas yang dialirkan kedalam tabung larutan Ca(OH)2 . lalu dipanaskan.
Terdapat gelembung-gelembung dan juga timbul asap. 


b. Halogen
Tes Bellstein
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dipanaskan kawat tembaga
Timbul warna kemrah-merahan.
Dibiarkan dingin, ditetesi kawat tembaga dengan n-hexsana dan dipanaskan kembali
Terjadi perubahan warna menjadi warna orange.

Tes CaO
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dipanaskan cangkang telur (pengganti CaO) dalam tabung reaksi dan dipanaskan.
Tidak ada terjadi perubahan.
Ditetesi n-hexsana 2 tetes saat masi panas
Cangkang telur tampak seperti gosong dan mengeluarkan bau.
Setelah dingin, dididihkan dengan air suling. Lalu dituang ke dalam gelas kimia dan larutanHNO3 encer.
Larutan menjadi jernih dan terdapat gelembung disekitaran cangkang telur.


c. Metode Leburan dengan Natrium
Belerang
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Diasamkan putih telur dengan HCl dan didihkan. Diperiksa gas yang dihasilkan kertas saring yang sudah dibasahi dengan Pb-asetat. Ditambahkan 2 tetes larutan Na-nitroprosida.
Menimbulkan gas dan bau yang tak sedap. Terdapat gumpalan putih.

Nitrogen
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Diteteskan 5 tetes FeSO4 kedalam larutan L (putih telur), ditambahkan larutan FeCl3 dan 5 tetes larutan KF. Ditambahkan larutan NaOH hingga larutan menjadi basa dan dididihkan. Lalu diasamkan dengan larutan H2SO4.
Larutan yang semulanya berwarna hitam, berubah menjadi warna kuning bening dan juga terdapat endapan berwarna biru.
  
Halogen
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Diasamkan larutan L (putih telur) 3 ml dengan HNO3 encer.
Larutan berwarna putih keruh.
Larutan dididihkan dan ditambahkan larutan AgNO3 5 ml dan dididihkan kembali.
Terjadi perubahan warna menjadi kuning,terdapat bau yang tak sedap. Dan terdapat endapan hitam kecoklatan.


7.2 Penentuan Kelas Kelarutan
a. Kelarutan dalam air
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dimasukkan 0,1 gr garam + 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr gula + 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr tepung + 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes minyak + 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes putih telur + 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut


b. Kelarutan dalam eter
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dimasukkan 0,1 gr garam + 3 ml eter dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr gula + 3 ml eter dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr tepung + 3 ml eter dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes minyak + 3 ml eter dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 3 tetes putih telur + 3 ml eter dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut


c. Kelarutan dalam NaOH
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dimasukkan 0,1 gr garam + 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 0,1 gr gula + 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr tepung + 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes minyak + 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes putih telur + 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut dan terdapat sedikit endapan


d. Kelarutan dalam NaHCO3
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dimasukkan 0,1 gr garam + 3 ml NaHCO3  dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 0,1 gr gula + 3 ml NaHCO3  dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr tepung + 3 ml NaHCO3  dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes minyak + 3 ml NaHCO3  dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes putih telur + 3 ml NaHCO3  dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut


e. Kelarutan dalam HCl
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dimasukkan 0,1 gr garam + 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr gula + 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr tepung + 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 3 tetes minyak + 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 3 tetes putih telur + 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut


f. Kelarutan dalam H2SO4 pekat
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dimasukkan 0,1 gr garam + 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 0,1 gr gula + 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr tepung + 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes minyak + 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
Larutan keruh (-) tak larut
Dimasukkan 3 tetes putih telur + 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut


g. Kelarutan dalam H3PO4 pekat

Perlakuan
Hasil Pengamatan
Dimasukkan 0,1 gr garam + 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr gula + 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 0,1 gr tepung + 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 3 tetes minyak + 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut
Dimasukkan 3 tetes putih telur + 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
Larutan jernih (+) larut


VIII. PEMBAHASAN
Pada percobaan ini dilakukannya percobaan analisa kualitatif unsur-unsur zat organik dan penentuan kelas kelarutan. Analisa kualitatif merupakan suatu pelajaran yang sering dipakai dalam bidang pengidentifikasi suatu senyawa yang tidak diketahui. Ada banyak faktor keberhasilan yang mengikat dengan ciri khas suatu senyawa dan teknik dari kerja analisis. Kelarutan merupakan suatu kemampuan yang dimiliki zat terlarut (zarut) untuk larut dalam pelarut, yang dapat dinyatakan jumlah maksimumnya zarut larut pada pelarut disaat kesetimbangan.

8.1 Analisa Unsur
a. Karbon dan Hidrogen
Suatu senyawa organik mengandung unsur C dan H. Yang mana jika senyawa organik dibakar, akan menghasilkan uap air (H2O) dan juga karbondioksida (CO2). Yang pertama dilakukan adalah dengan mengeringkan serbuk CuO menggunakan cawan poselin dengan cara dipanaskan diatas pemanas bunsen. Kemudian serbuk CuO dicampur dengan gula dan dipinndahkan kedalam tabung reaksi pyrex. Setelah dipindahkan tabung reaksi disusun dengan menggunakan penyumbat dan pipa pengalir gas. Sehingga gas yang dihasilkan dapat mengalir masuk kedalam tabung yang sudah berisi larutan Ca(OH)2. Tabung reaksi yang berisi serbuk CuO dipanaskan hingga mengeluarkan gas.
Pada percobaan ini serbuk CuO digunakan sebagai pemercepat proses reaksi pembakaran gula yang bekerja sebagai oksidator. Serbuk CuO yang awalnya dikeringkan bertujuan untuk menghilangkan zat yang tidak dibutuhkan pada saat percobaan. Campuran serbuk CuO yang dibakar akan menghasilkan gas yang mengandung CO2 yang ditandai dengan adanya gelembung pada larutan Ca(OH)2 atau juga dikenal sebagai air kapur dan juga terdapat gelas kimia yang mengembun yang menandakan adanya kandungan uap dari Hidrogen. Reaksi yang terjadi sebagai berikut :

Ca(OH)2   +   CO2    ------->    CaCO3   +   H2O

Dapat disimpulkan bahwa gula merupakan senyawa organik yang mengandung unsur C dan O.

b. Halogen
- Tes Bellstein
Pada percobaan ini menggunakan kawat tembaga yang dipanaskan hingga warna pada kawat tembaga berubah menjadi warna kemerah-merahan. Lalu dibiarkan dingin, setelah dingin kawat ditetesi CCl4 tetapi karena bahan tidak tersedia makan diganti dengan n-heksana. Dan kawat tembaga dipanaskan kembali, warna pada kawat berubah menjadi berwarna orange. Warna yang didapatkan hampir mendekati warna dari golongan halogen yaitu flor yang memiliki warna nyala kuning.

- Tes CaO
            Percobaan ini menggunakan CaO, dikarenakan bahan yang tidak tersedia di laboratorium maka diganti dengan kulit telur. Pertama kulit telur dipanaskan didalam tabung reasksi, kemudian ditetesi dengan n-heksana 2 tetes. Perubahan yang terjadi ialah kulit telur terlihat seperti gosong dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Setelah dingin, dididihkan dengan air suling dan dipindahkan kedalam gelas kimia dan ditambahkan larutan HNO3. Larutan menjadi jernih dan terdapat gelembung disekitaran cangkang telur.

c. Metode Leburan dengan Natrium
- Belerang
            Percobaan ini menggunakan putih telur sebagai larutan L. Pertama yang dilakukan adalah mengasamkan putih telur dengan HCl yang kemudian didihkan. Diperiksa gas yang dihasilkan dengan menggunakan kertas saring yang sudah dibasahi pb-asetat. Dan ditambahkan larutan Na-nitroprosida 2 tetes. Reakssi yang terjadi yaitu adanya gas yang timbul dan juga bau yang tak sedap, serta terdapat gumpalan putih.

- Nitrogen
Pada percobaan ini diberikan 5 tetes larutan FeSO4, 1 tetes larutan FeCl3 dan larutan KF 10% kedalam 3 ml larutan L (putih telur). Kemudian ditambahkan larutan NaOH hingga larutan bersifat basa dan dididihkan. Lalu diasamkan menggunakan asam sulfar. Hasil yang didapatkan larutan yang awalnya  berwarna hitam, mengalami perubahan warna menjadi kuning bening dan juga terdapat endapan berwarna biru.

- Halogen
            Larutan L harus diasamkan terlebih dahulu dengan larutan HNO3 encer, larutan L yang digunakan pada percobaan ini ialah putih telur. Ketika putih telur diasamkan larutan menjadi berwarna putih keruh. Kemudian larutan dididihkan dan ditambahkan dengan larutan AgNO3 5 ml dan dididihkankembali. Terjadi perubahan warna yakni menjadi berwarna kuning dan mengeluarkan bau yang tak sedap, serta terdapat endapan hitam kecoklatan.

8.2 Penentuan Kelas Kelarutan
a. kelarutan dalam air
            pada kelarutan ada 5 bahan yang digunakan yaitu garam, gula, tepung, putih telur, dan minyak goreng. Yang pertama ialah garam, diambil 0,1 gram garam ditambahkan air suling 3 ml. Lalu dikocok kuat hingga larut, hasil yang didaptkan garam larut dalam air. Dilakukan hal yang sama pada gula dan juga tepung, hasil yang didaptkan pada gula ialah larut dan pada tepung tidak larut dengantanda larutan menjadi keruh. Kemudian pada minyak dan juga putih telur diambil masing-masing 3 tetes dengan wadah yang berbeda dan ditambahkan 3 ml air suling dan dikocok dengan kuat, hasil yang didapatkan pada minyak dan putih telur adalah tidak larut. Pada larutan yang mendapatkan hasil jernih maka bernilai positif dan larutan dengan hasil keruh bernilai negatif.

b. kelarutan dalam eter
            dilakukan hal yang sama pada percobaan sebelumnya, hanya saja pelarutnya yang diubah menjadi eter. Pada gula, garam, tepung, minyak dan juga putih telur hasil yang didapatkan dari percobaan yang sudah dilakukan yaitu larutan jernih yang berarti bernilai positif dan juga zat tersebut larut.

c. kelarutan dalam NaOH
dilakukan hal yang sama dengan dua percobaan sebelumnya, dengan mengganti pelarutnya dengan menggunakan NaOH. Pada gula hasil yang didapatkan larutan  menjadi jernih yang dinyatakan bernilai positif. Sedangkan untuk garam, tepung, minyak dan putih telur hasil yang didapatkan yaitu keruh yang bernilai negatif. Pada larutan putih telur dengan NaOH terdapat sedikit endapan dari putih telur, hal ini disebabkan NaOH memutus ikatan ionik dari protein yang dikandung oleh putih telur.

d. kelarutan dalam NaHCO3
            pada analiss kelarutan dengan menggunakkan NaHCO3 bahan yang digunakan masih sama dengan percoban sebelumnya. Pada gula didapatkan hasil larutan jernih yang berarti bernilai positif. Sedangkan pada garam, tepung, minyak dan juga putih telur hasil yang didaptkan yakni larutan keruh yang berarti bernilai negatif.

e. kelarutan dalam HCl
            pada percobaan dengan menggunakan pelarut HCl dengan menggunakan 5 bahan yang masih sama yaitu gula, garam, tepung, minyak dan juga putih telur. Larutan jernih dan bernilai positif didapatkan dari semua larutan. Baik itu gula, garam, tepung, minyak, dan juga putih telur terlarut didalam pelarut HCl.

f. kelarutan dalam H2SO4 pekat
            percobaan kelarutan dengan H2SO4 pekat sebagai pelarut dari gula, garam, tepung, minyak, dan putih telur. Untuk hasil yang bernilai positif yakni pada larutan gula dan juga putih telur dengan hasil larutan jernih. Dan untuk garam, minyak dan juga tepung bernilai negatif dengan hasil larutan keruh

g. kelarutan dalam H3PO4 pekat

            pada percobaan ini menggunakan H3PO4 pekat sebagai pelarut. Hasil yang didapatkan pada percobaan ini yaitu, semua larutan mendapatkan hasil yang bernilai positif. Baik itu pada gula, garam, tepung, minyak dan juga putih telur semua terlarut dalam pelarut H3PO4 pekat.

IX. PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
  1.       pada percobaan kelarutan, mengapa gula selalu mendapatkan hasil positif/larut pada semua pelarut ?
  2. mengapa pada percobaan belerang menghasilkan bau yang tak sedap ?
  3. berdasarkan pada data pengamatan, mengapa minyak dapat larut eter dan tidak larut dalam air ?

X. MANFAAT
   Dengan melakukannya praktikum pengidentifikasi unsur, praktikan mengetahui bagaimana cara mengetahui suatu unsur yang terdapat dalam suatu senyawa organik. Serta mengetahui bagaimana suatu larutan dapat larut dalam berbagai pelarut.

XI. KESIMPULAN
            Adapun kesimpulan dari percobaan ini ialah :
1.      Analisa kualitatif salah satu analisa kimia organik yang digunakan untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam suatu zat ataupun campuran dari senyawa untuk dianalisa.
2.      Untuk analisa karbon dan hidrogen dapat dilakukan dengan pencampuran serbuk CuO dengan gula yang dipanaskan. Sedangkan untuk belerang, nitrogen dan halogen dengan cara mengasamkan larutan lassaigne atau larutan L dan didihkan yang ditandai dengan munculnya bau yang tak sedap.
3.      Beberapa zat organik yang digunakan untuk mengidentifikasi senyawa yang tidak diketahui seperti putih telur yang digunakkan untuk mengidentifikasi belerang, nitrogen, dan halogen. Dan cangkang telur untuk mengidentifikasi unsur halogen dengan mnggunakan tes CaO.

XII. DAFTAR PUSTAKA
       Tim Kimia Organik 1. 2020.Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi: Universitas Jambi.
Subandi. 2010. Kimia Organik. Yogyakarta: Dee Publish.
Yoga dan Hendriani. 2015. Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Bandung: Universitas Padjadjaran. Vol 14. No 2.

Yusuf, dkk. 2014. Distribusi Kandungan Karbon Organik Total (Kot) Dan Fosfat Di Perairan Sayung, Kabupaten Demak. Jawa Tengah: Universitas Diponegoro. Vol 3. No 1

XIII. LAMPIRAN
Vidio praktikum :
https://youtu.be/IJ0i_M-svsY

Kelarutan gula dan garam dengan pelarut air

Pengeringan serbuk CuO

Larutan Ca(OH)2 yang digunakan

Pencampuran serbuk CuO dengan gula

Susunan tabung pengalir gas


        .

6 komentar:

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
    Saya Nisa Aprylina NIM A1C118044
    Saya akan menjawab pertanyaan no 3
    Minyak merupakan suatu larutan yang bersifat nonpolar dan eter juga merupakan larutan yang bersifat nonpolar. Jadi jika nonpolar dan nonpolar dicampurkan, maka larutan tersebut akan larut. Disini air bersifat polar, ketika dicampur antara polar dan nonpolar maka tidak akan larut karena air dan minyak memiliki fasa yang berbeda.
    Sekian,terima kasih
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum wr.wb perkenalkan nama saya Fitrianty (A1C118032) akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 dimana gula dapat larut masing-masing pelarut yang berbeda karena tingkat kelarutan gula lebih tinggi dari senyawa yang digunakan seperti garam, tepung,minyak, dan telur. Selain itu mengapa gula larut dalam semua pelarut, karena gula bersifat nonpolar dan pelarutnya pun demikian. Ada beberapa yang mempengaruhi kelarutan seperti suhu, massa jenis suatu zat serta jumlah atau volume dari pelarutnya. Semua senyawa yang digunakan dalam percobaan tersebut sebenarnya larut, tetapi memiliki tingkat kelarutan yang berbeda-beda setiap jenisnya.
    Thank you:)
    Waalaikumsalam

    BalasHapus
  6. Saya Paulina Nim A1c118062 menjawab no 2 .Pada percobaan belerang timbul aroma yang tidak sedap hal ini dapat terjadi karena terjadinya reaksi antara larutan larutan putih telur dengan HCl terhadap larutan Na-nitroprosida, sehingga timbul la bau tersebut.

    BalasHapus

jurnal praktikum kimia organik I Kromatografi lapis tipis dan kolom

JURNALPRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I   NAMA : DIANA SARI NIM : A1C118096 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. ...