LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I

NAMA : DIANA SARI
NIM : A1C118096
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
KIMIA ORGANIK I

NAMA : DIANA SARI
NIM : A1C118096
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. DATA PENGAMATAN
7.1 Analisa Unsur
a. Karbon dan Halogen
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Serbuk CuO kering
dikeringkan diatas pemanas busen
|
Tidak terjadi
perubahan apapun
|
Ditambahkan gula
|
Gula meleleh dan
tercampur dengan serbuk CuO.
|
Dipindahkan kedalam
tabung reaksi pyrex. Disusun dengan penyumbat dan pipa pengalir gas yang dialirkan
kedalam tabung larutan Ca(OH)2 . lalu dipanaskan.
|
Terdapat gelembung-gelembung dan juga timbul asap.
|
b. Halogen
Tes Bellstein
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Dipanaskan kawat
tembaga
|
Timbul warna
kemrah-merahan.
|
Dibiarkan dingin,
ditetesi kawat tembaga dengan n-hexsana dan dipanaskan kembali
|
Terjadi perubahan
warna menjadi warna orange.
|
Tes CaO
Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
Dipanaskan
cangkang telur (pengganti CaO) dalam tabung reaksi dan dipanaskan.
|
Tidak
ada terjadi perubahan.
|
Ditetesi
n-hexsana 2 tetes saat masi panas
|
Cangkang
telur tampak seperti gosong dan mengeluarkan bau.
|
Setelah
dingin, dididihkan dengan air suling. Lalu dituang ke dalam gelas kimia dan larutanHNO3
encer.
|
Larutan
menjadi jernih dan terdapat gelembung disekitaran cangkang telur.
|
c. Metode Leburan dengan Natrium
Belerang
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Diasamkan putih telur
dengan HCl dan didihkan. Diperiksa gas yang dihasilkan kertas saring yang
sudah dibasahi dengan Pb-asetat. Ditambahkan 2 tetes larutan Na-nitroprosida.
|
Menimbulkan gas dan
bau yang tak sedap. Terdapat gumpalan putih.
|
Nitrogen
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Diteteskan 5 tetes
FeSO4 kedalam larutan L (putih telur), ditambahkan larutan FeCl3
dan 5 tetes larutan KF. Ditambahkan larutan NaOH hingga larutan menjadi
basa dan dididihkan. Lalu diasamkan dengan larutan H2SO4.
|
Larutan yang semulanya
berwarna hitam, berubah menjadi warna kuning bening dan juga terdapat endapan
berwarna biru.
|
Halogen
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Diasamkan larutan L
(putih telur) 3 ml dengan HNO3 encer.
|
Larutan berwarna putih
keruh.
|
Larutan dididihkan dan
ditambahkan larutan AgNO3 5 ml dan dididihkan kembali.
|
Terjadi perubahan
warna menjadi kuning,terdapat bau yang tak sedap. Dan terdapat endapan hitam
kecoklatan.
|
7.2 Penentuan Kelas Kelarutan
a. Kelarutan dalam air
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Dimasukkan 0,1 gr garam
+ 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr gula
+ 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr tepung
+ 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 3 tetes
minyak + 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak
larut
|
Dimasukkan 3 tetes
putih telur + 3 ml air suling dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
b. Kelarutan dalam eter
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Dimasukkan 0,1 gr garam
+ 3 ml eter dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr gula
+ 3 ml eter dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr tepung
+ 3 ml eter dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 3 tetes
minyak + 3 ml eter dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 3 tetes
putih telur + 3 ml eter dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
c. Kelarutan dalam NaOH
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Dimasukkan 0,1 gr garam
+ 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 0,1 gr gula
+ 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr tepung
+ 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 3 tetes
minyak + 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 3 tetes
putih telur + 3 ml NaOH dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut dan terdapat sedikit endapan
|
d. Kelarutan dalam NaHCO3
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Dimasukkan 0,1 gr garam
+ 3 ml NaHCO3 dan dikocok
hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 0,1 gr gula
+ 3 ml NaHCO3 dan dikocok
hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr tepung
+ 3 ml NaHCO3 dan dikocok
hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 3 tetes
minyak + 3 ml NaHCO3 dan
dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 3 tetes
putih telur + 3 ml NaHCO3 dan
dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
e. Kelarutan dalam HCl
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Dimasukkan 0,1 gr garam
+ 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr gula
+ 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr tepung
+ 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 3 tetes
minyak + 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 3 tetes
putih telur + 3 ml HCl dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
f. Kelarutan dalam H2SO4
pekat
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Dimasukkan 0,1 gr garam
+ 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 0,1 gr gula
+ 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr tepung
+ 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 3 tetes
minyak + 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan keruh (-) tak larut
|
Dimasukkan 3 tetes
putih telur + 3 ml H2SO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
g. Kelarutan dalam H3PO4
pekat
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Dimasukkan 0,1 gr garam
+ 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr gula
+ 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 0,1 gr tepung
+ 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 3 tetes
minyak + 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
Dimasukkan 3 tetes
putih telur + 3 ml H3PO4 dan dikocok hingga larut
|
Larutan jernih (+)
larut
|
VIII. PEMBAHASAN
Pada
percobaan ini dilakukannya percobaan analisa kualitatif unsur-unsur zat organik
dan penentuan kelas kelarutan. Analisa kualitatif merupakan suatu pelajaran
yang sering dipakai dalam bidang pengidentifikasi suatu senyawa yang tidak
diketahui. Ada banyak faktor keberhasilan yang mengikat dengan ciri khas suatu
senyawa dan teknik dari kerja analisis. Kelarutan merupakan suatu kemampuan
yang dimiliki zat terlarut (zarut) untuk larut dalam pelarut, yang dapat
dinyatakan jumlah maksimumnya zarut larut pada pelarut disaat kesetimbangan.
8.1 Analisa Unsur
a. Karbon dan Hidrogen
Suatu
senyawa organik mengandung unsur C dan H. Yang mana jika senyawa organik
dibakar, akan menghasilkan uap air (H2O) dan juga karbondioksida (CO2).
Yang pertama dilakukan adalah dengan mengeringkan serbuk CuO menggunakan cawan
poselin dengan cara dipanaskan diatas pemanas bunsen. Kemudian serbuk CuO
dicampur dengan gula dan dipinndahkan kedalam tabung reaksi pyrex. Setelah
dipindahkan tabung reaksi disusun dengan menggunakan penyumbat dan pipa
pengalir gas. Sehingga gas yang dihasilkan dapat mengalir masuk kedalam tabung
yang sudah berisi larutan Ca(OH)2. Tabung reaksi yang berisi serbuk
CuO dipanaskan hingga mengeluarkan gas.
Pada
percobaan ini serbuk CuO digunakan sebagai pemercepat proses reaksi pembakaran
gula yang bekerja sebagai oksidator. Serbuk CuO yang awalnya dikeringkan
bertujuan untuk menghilangkan zat yang tidak dibutuhkan pada saat percobaan.
Campuran serbuk CuO yang dibakar akan menghasilkan gas yang mengandung CO2
yang ditandai dengan adanya gelembung pada larutan Ca(OH)2 atau juga
dikenal sebagai air kapur dan juga terdapat gelas kimia yang mengembun yang
menandakan adanya kandungan uap dari Hidrogen. Reaksi yang terjadi sebagai
berikut :
Ca(OH)2 +
CO2 -------> CaCO3 + H2O
Dapat
disimpulkan bahwa gula merupakan senyawa organik yang mengandung unsur C dan O.
b. Halogen
- Tes Bellstein
Pada percobaan
ini menggunakan kawat tembaga yang dipanaskan hingga warna pada kawat tembaga
berubah menjadi warna kemerah-merahan. Lalu dibiarkan dingin, setelah dingin
kawat ditetesi CCl4 tetapi karena bahan tidak tersedia makan diganti
dengan n-heksana. Dan kawat tembaga dipanaskan kembali, warna pada kawat
berubah menjadi berwarna orange. Warna yang didapatkan hampir mendekati warna
dari golongan halogen yaitu flor yang memiliki warna nyala kuning.
- Tes CaO
Percobaan ini menggunakan CaO, dikarenakan bahan yang
tidak tersedia di laboratorium maka diganti dengan kulit telur. Pertama kulit
telur dipanaskan didalam tabung reasksi, kemudian ditetesi dengan n-heksana 2
tetes. Perubahan yang terjadi ialah kulit telur terlihat seperti gosong dan
mengeluarkan bau yang tak sedap. Setelah dingin, dididihkan dengan air suling
dan dipindahkan kedalam gelas kimia dan ditambahkan larutan HNO3. Larutan
menjadi jernih dan terdapat gelembung disekitaran cangkang telur.
c. Metode Leburan dengan Natrium
- Belerang
Percobaan
ini menggunakan putih telur sebagai larutan L. Pertama yang dilakukan adalah
mengasamkan putih telur dengan HCl yang kemudian didihkan. Diperiksa gas yang
dihasilkan dengan menggunakan kertas saring yang sudah dibasahi pb-asetat. Dan ditambahkan
larutan Na-nitroprosida 2 tetes. Reakssi yang terjadi yaitu adanya gas yang
timbul dan juga bau yang tak sedap, serta terdapat gumpalan putih.
- Nitrogen
Pada percobaan ini
diberikan 5 tetes larutan FeSO4, 1 tetes larutan FeCl3
dan larutan KF 10% kedalam 3 ml larutan L (putih telur). Kemudian ditambahkan
larutan NaOH hingga larutan bersifat basa dan dididihkan. Lalu diasamkan
menggunakan asam sulfar. Hasil yang didapatkan larutan yang awalnya berwarna hitam, mengalami perubahan warna
menjadi kuning bening dan juga terdapat endapan berwarna biru.
- Halogen
Larutan
L harus diasamkan terlebih dahulu dengan larutan HNO3 encer, larutan
L yang digunakan pada percobaan ini ialah putih telur. Ketika putih telur
diasamkan larutan menjadi berwarna putih keruh. Kemudian larutan dididihkan dan
ditambahkan dengan larutan AgNO3 5 ml dan dididihkankembali. Terjadi
perubahan warna yakni menjadi berwarna kuning dan mengeluarkan bau yang tak
sedap, serta terdapat endapan hitam kecoklatan.
8.2 Penentuan Kelas Kelarutan
a. kelarutan dalam air
pada kelarutan ada 5 bahan yang digunakan yaitu garam,
gula, tepung, putih telur, dan minyak goreng. Yang pertama ialah garam, diambil
0,1 gram garam ditambahkan air suling 3 ml. Lalu dikocok kuat hingga larut,
hasil yang didaptkan garam larut dalam air. Dilakukan hal yang sama pada gula
dan juga tepung, hasil yang didaptkan pada gula ialah larut dan pada tepung
tidak larut dengantanda larutan menjadi keruh. Kemudian pada minyak dan juga
putih telur diambil masing-masing 3 tetes dengan wadah yang berbeda dan
ditambahkan 3 ml air suling dan dikocok dengan kuat, hasil yang didapatkan pada
minyak dan putih telur adalah tidak larut. Pada larutan yang mendapatkan hasil
jernih maka bernilai positif dan larutan dengan hasil keruh bernilai negatif.
b. kelarutan dalam eter
dilakukan hal yang sama pada percobaan sebelumnya, hanya
saja pelarutnya yang diubah menjadi eter. Pada gula, garam, tepung, minyak dan
juga putih telur hasil yang didapatkan dari percobaan yang sudah dilakukan
yaitu larutan jernih yang berarti bernilai positif dan juga zat tersebut larut.
c. kelarutan dalam NaOH
dilakukan
hal yang sama dengan dua percobaan sebelumnya, dengan mengganti pelarutnya
dengan menggunakan NaOH. Pada gula hasil yang didapatkan larutan menjadi jernih yang dinyatakan bernilai
positif. Sedangkan untuk garam, tepung, minyak dan putih telur hasil yang
didapatkan yaitu keruh yang bernilai negatif. Pada larutan putih telur dengan
NaOH terdapat sedikit endapan dari putih telur, hal ini disebabkan NaOH memutus
ikatan ionik dari protein yang dikandung oleh putih telur.
d. kelarutan dalam
NaHCO3
pada analiss kelarutan dengan menggunakkan NaHCO3 bahan
yang digunakan masih sama dengan percoban sebelumnya. Pada gula didapatkan
hasil larutan jernih yang berarti bernilai positif. Sedangkan pada garam,
tepung, minyak dan juga putih telur hasil yang didaptkan yakni larutan keruh
yang berarti bernilai negatif.
e. kelarutan dalam HCl
pada percobaan dengan menggunakan pelarut HCl dengan
menggunakan 5 bahan yang masih sama yaitu gula, garam, tepung, minyak dan juga
putih telur. Larutan jernih dan bernilai positif didapatkan dari semua larutan.
Baik itu gula, garam, tepung, minyak, dan juga putih telur terlarut didalam
pelarut HCl.
f. kelarutan dalam H2SO4
pekat
percobaan kelarutan dengan H2SO4 pekat
sebagai pelarut dari gula, garam, tepung, minyak, dan putih telur. Untuk hasil
yang bernilai positif yakni pada larutan gula dan juga putih telur dengan hasil
larutan jernih. Dan untuk garam, minyak dan juga tepung bernilai negatif dengan
hasil larutan keruh
g. kelarutan dalam H3PO4
pekat
pada percobaan ini menggunakan H3PO4 pekat
sebagai pelarut. Hasil yang didapatkan pada percobaan ini yaitu, semua larutan
mendapatkan hasil yang bernilai positif. Baik itu pada gula, garam, tepung,
minyak dan juga putih telur semua terlarut dalam pelarut H3PO4 pekat.
IX. PERTANYAAN PASCA
PRAKTIKUM
- pada percobaan kelarutan, mengapa gula selalu mendapatkan hasil positif/larut pada semua pelarut ?
- mengapa pada percobaan belerang menghasilkan bau yang tak sedap ?
- berdasarkan pada data pengamatan, mengapa minyak dapat larut eter dan tidak larut dalam air ?
X. MANFAAT
Dengan melakukannya praktikum pengidentifikasi unsur,
praktikan mengetahui bagaimana cara mengetahui suatu unsur yang terdapat dalam
suatu senyawa organik. Serta mengetahui bagaimana suatu larutan dapat larut
dalam berbagai pelarut.
XI. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari percobaan ini ialah :
1.
Analisa
kualitatif salah satu analisa kimia organik yang digunakan untuk mengetahui
unsur-unsur yang terkandung dalam suatu zat ataupun campuran dari senyawa untuk
dianalisa.
2.
Untuk
analisa karbon dan hidrogen dapat dilakukan dengan pencampuran serbuk CuO
dengan gula yang dipanaskan. Sedangkan untuk belerang, nitrogen dan halogen
dengan cara mengasamkan larutan lassaigne atau larutan L dan didihkan yang
ditandai dengan munculnya bau yang tak sedap.
3.
Beberapa
zat organik yang digunakan untuk mengidentifikasi senyawa yang tidak diketahui seperti
putih telur yang digunakkan untuk mengidentifikasi belerang, nitrogen, dan
halogen. Dan cangkang telur untuk mengidentifikasi unsur halogen dengan
mnggunakan tes CaO.
XII. DAFTAR PUSTAKA
XIII. LAMPIRAN
Vidio praktikum :
https://youtu.be/IJ0i_M-svsY
Tim Kimia Organik 1. 2020.Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi: Universitas Jambi.
Subandi. 2010. Kimia Organik. Yogyakarta: Dee Publish.
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/.Diakses pada 26 Januari 2020 pukul 20.00.
Yoga dan Hendriani. 2015. Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Bandung: Universitas Padjadjaran. Vol 14. No 2.
Yusuf, dkk. 2014. Distribusi Kandungan Karbon Organik Total (Kot) Dan Fosfat Di Perairan Sayung, Kabupaten Demak. Jawa Tengah: Universitas Diponegoro. Vol 3. No 1
XIII. LAMPIRAN
Vidio praktikum :
https://youtu.be/IJ0i_M-svsY
Kelarutan gula dan garam dengan pelarut air
Pengeringan serbuk CuO
Larutan Ca(OH)2 yang digunakan
Pencampuran serbuk CuO dengan gula
Susunan tabung pengalir gas
.



Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
BalasHapusSaya Nisa Aprylina NIM A1C118044
Saya akan menjawab pertanyaan no 3
Minyak merupakan suatu larutan yang bersifat nonpolar dan eter juga merupakan larutan yang bersifat nonpolar. Jadi jika nonpolar dan nonpolar dicampurkan, maka larutan tersebut akan larut. Disini air bersifat polar, ketika dicampur antara polar dan nonpolar maka tidak akan larut karena air dan minyak memiliki fasa yang berbeda.
Sekian,terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb perkenalkan nama saya Fitrianty (A1C118032) akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 dimana gula dapat larut masing-masing pelarut yang berbeda karena tingkat kelarutan gula lebih tinggi dari senyawa yang digunakan seperti garam, tepung,minyak, dan telur. Selain itu mengapa gula larut dalam semua pelarut, karena gula bersifat nonpolar dan pelarutnya pun demikian. Ada beberapa yang mempengaruhi kelarutan seperti suhu, massa jenis suatu zat serta jumlah atau volume dari pelarutnya. Semua senyawa yang digunakan dalam percobaan tersebut sebenarnya larut, tetapi memiliki tingkat kelarutan yang berbeda-beda setiap jenisnya.
BalasHapusThank you:)
Waalaikumsalam
Saya Paulina Nim A1c118062 menjawab no 2 .Pada percobaan belerang timbul aroma yang tidak sedap hal ini dapat terjadi karena terjadinya reaksi antara larutan larutan putih telur dengan HCl terhadap larutan Na-nitroprosida, sehingga timbul la bau tersebut.
BalasHapus