DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI 2020
I. Judul : Reaksi-reaksi Alkohil dan Fenol
Ii. Hari/Tanggal : Rabu / 15 April 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini adalah :
Link vidio
https://youtu.be/jHY04nEDRDA
https://youtu.be/vbt_e_FFGhc
Permasalahan
Ii. Hari/Tanggal : Rabu / 15 April 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini adalah :
- Dapat membedakan sifat-sifat alkohol dan fenol.
- Dapat mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk membedakan antara senyawa-senyawa alkohol dan fenol.
- Mengetahui azas-azas reaksi pada alkohol dan fenol.
IV. Landasan Teori
Menurut tim kimia organik I (2020), Gugus hidroksil (OH) yang ada pada alkohol dan fenol dapat membentuk ikatan hidrogen diantara tiap molekul dan juga seperti senyawa seperti jenis air. Yang dapat menyebabkan golongan ini memiliki kelarutan yang tinggi ketika didalam air. Fenol memiliki keadaan asam yang lebih besar dibandingkan dengan alkohol, bila beraksi dengan basa seperti NaOH akan membentuk garam natrium. Sedangkan alkohol digolongkan dalam beberapa golongan, diantaranya alkohol primer, alkohol, sekunder, dan alkohol tersier. Semuanya tergantung dari ikatan pada gugus OH, terikat atom karbon pertama, kedua ataupun ketiga.
Pelarut yang sering digunakan sebagai perlarut senyawa organik yaitu alkohol. Jika dilihat dari asalnya, alkohol ini merupakan turunan senyawa alkana. Berdasarkan gugus OH berikatan, jika berikatan dengan atom laifatis maka disebut dengan alkohol alifatik, sedangkan jika berikatan dengan aromatis maka disebut dengan fenol. Yang mana pada setiap senyawa tersebut memiliki sifat kimia yang berbeda-beda (Besari,2010).
Menurut Syamsurizal (2019), sifat kimia dan sifat fisika yang dimiiki alkohol, diantaranya :
Menurut tim kimia organik I (2020), Gugus hidroksil (OH) yang ada pada alkohol dan fenol dapat membentuk ikatan hidrogen diantara tiap molekul dan juga seperti senyawa seperti jenis air. Yang dapat menyebabkan golongan ini memiliki kelarutan yang tinggi ketika didalam air. Fenol memiliki keadaan asam yang lebih besar dibandingkan dengan alkohol, bila beraksi dengan basa seperti NaOH akan membentuk garam natrium. Sedangkan alkohol digolongkan dalam beberapa golongan, diantaranya alkohol primer, alkohol, sekunder, dan alkohol tersier. Semuanya tergantung dari ikatan pada gugus OH, terikat atom karbon pertama, kedua ataupun ketiga.
Pelarut yang sering digunakan sebagai perlarut senyawa organik yaitu alkohol. Jika dilihat dari asalnya, alkohol ini merupakan turunan senyawa alkana. Berdasarkan gugus OH berikatan, jika berikatan dengan atom laifatis maka disebut dengan alkohol alifatik, sedangkan jika berikatan dengan aromatis maka disebut dengan fenol. Yang mana pada setiap senyawa tersebut memiliki sifat kimia yang berbeda-beda (Besari,2010).
Menurut Syamsurizal (2019), sifat kimia dan sifat fisika yang dimiiki alkohol, diantaranya :
- Titik didih pada senyawa alkohol yang memiliki rantai hidrokarbonnya panjang, maka titik didihnya juga semakin panjang.
- Ikatan hidrogen dari senyawa alkohol bermuatan positif yang berinteraksi dengan atom oksigen.
- Efek gaya Van der Waals, semakin berat molekul alkohol maka gaya dispersi Van der Waals juga akan meningkat.
- Kelarutanya dalam air, tingkat kelarutan akan semakin berkurang seiring makin panjangnya rantai hidrokarbonnya.
- Tingkat asam ataupun basa dari alkohol yang memiliki sifat yang seperti air, dapat larut dalam larusan suasana basa ataupun asam.
Uji lucas digunakan untuk membedakan jenis alkohol. Jika
larutan yang diberi reagent dan sampel menjadi keruh, menandakan adanya alkohol
teriser. Jika mengalami perubahan seperti keruh, tetapi dalam waktu yang cukup
lama maka terdapat alkohol sekunder. Sedangkan tidak terjadi perubahan maka
menandakan adanya kandungan alkohol primer (Rustaman,2018).
Senyawa yang paling sering ditemui pada tumbuhan
merupakan senyawa fenolik. Yang memiliki struktur flavonoid, fenol monosiklik
sederhana, fenil propanoid, polifenol, dan kuinon fenolik (Kusrini,2016).
V. Alat dan Bahan
5.1 Bahan
- Etanol
- 2-propanol
- Sek-butil alkohol
- Sikloheksanol
- Fenol
- Kolestrol
- 2-naftol
- Indikator pp
- Aseton
- Asam sulfat pekat
- Asam asetat glasial
- Larutan FeCl3 10%
- 1-propanol
- n-butil alkohol
- Ter-butil alkohol
- Etilen glikol
- Resorsinor
- O-kresol
- NaOH 10%
- Reagent lucas
- Reagent Bordwell-William
- Larutan Brom dalam air
- Trifenil karbinol
- Aquades
5.2 Alat
- Tabung reaksi
- Pipet tetes
- Gelas ukur
- Kaki tiga
- Bunsen
VI. Prosedur Kerja
6.1 Kelarutan
6.2 Reaksi Dengan Alkali
6.3 Reaksi Dengan Natrium
6.5 Oksidasi Dengan Asam Kromat
6.6 Reaksi Fenol Dengan Brom
6.7 Reaksi Fenol Dengan Besi (III) Klorida
6.1 Kelarutan
- 6 tabung reaksi ; dimasukkan 0.5 mL atau 0.2-0.5 gram dari masing-masing senyawa: Etanol, n-buti;, alkohol, ter-butil alkohol, sikloheksanol, etil glikol, dan fenol.
- Ditambahkan 2 mL kedalam tiap tabung.
- Diamati dan dicatat hasil pengamatan.
- 4 tabung reaksi ; dimasukkan 0.5 mL atau 0.2-0.5 gram dari masing-masing senyawa: n-butil alkohol, sikloheksanol, fenol dan 2-naftol.
- Ditambahkan 5 mL larutan NaOH 10% kedalam tiap tabung.
- Dikocok dan diamati hasil.
- Tabung Reaksi ; ditempatkan 3 mL dari senyawa 1-propanol, 2-propanol dan 0-Krenol
- Ditambahkan sepotong logam Natrium.
- Ditambahkan beberapa tetes indikator PP.
- Ditambahkan etanol secukupnya.
- Dicatat hasil yang didapatkan.
6.4 Pengujian Lucas
- 4 tabung reaksi ; dimasukkan 2 mL reagen Lucas.
- Ditambahkan kira-kira 5 tetes alkohol.
- Dicatat waktu yang diperlukan larutan hingga menjadi keruh.
- Diuji utanol, 2-butanol, sikloheksanol, ter-butil alkohol.
- Dicatat hasil.
- 5 tabung reaksi ; dimasukkan 1 mL aseton.
- Ditambahkan 1 tetes alkohol.
- Dikocok hingga larutan jenuh.
- Ditambahkan 1 tetes reagen Bardwell-Wellman sambil di kocok.
- Diuji dengan 2-butanol, terbutil alkohol, kalestrol dan trifnil karbinol.
- Dicatat hasil.
- Tabung Reaksi ; dimasukkan air brom kedalam 0.1 gram fenol didalm air sambil dikocok sampai warna kuning stabil.
- Diamati perubahan.
- Dicatat hasil.
- 3 tabung reaksi ; dilarutkan 1-2 tetes senyawa yang akan di uji dalam 5 mL air.
- Diteteskan 1-2 tetes besi (III) klorida.
- Diaduk dan diamati hasilnya.
- Diuji fenol, resorsinol dan 2 propanol.
- Dicatat hasil.
Link vidio
https://youtu.be/jHY04nEDRDA
https://youtu.be/vbt_e_FFGhc
Permasalahan
- Mengapa pada uji lucas alkohol tersier bereaksi dengan cepat, sedangkan alkohol sekunder dan primer perlu dilakukan pemanasan?
- Mengapa untuk pembuatan reagent lucas digunakan HCl?
- Pada vidio kedua, reaksi antara fenol dengan besi(III)klorida terjadi perubahan warna menjadi violet. Reaksi apa yang terjadi antara besi(III)klorida dengam fenol tersebut?
saya lisna wiranti nim 001 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. karena pada uji yang dilakukan lucas, HCl merupakan senyawa yang mudah membedakan jenis atau golongan alkohol melalui perbedaan reaktivitas alkohol terhadap hidrogen halida sehingga mudah membedakan serta mengidentifikasi alkohol wenurut golongannya berdasarkan perubahan reaksi yang terjadi. terimakasih .
BalasHapusAssalamualaikum, hai Diana, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3.
BalasHapusAssalamualaikum, hai Diana, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. Penambahan FeCl3 pada larutan fenol menyebabkan terbentuknya suatu larutan berwarna ungu keabu-abuan. Perubahan warna yang terjadi disebabkan karena fenol bereaksi dengan ion FeCl3 membentuk suatu ion kompleks [Fe(C6H5O)6]3-. Reaksi yang terjadi sesuai persamaan
BalasHapusFeCl3(aq) + 6C6H5OH(aq) →[Fe(C6H5O)6]3-(aq)+3 HCl(aq)+ 3H+(aq)
Terima kasih Wassalamualaikum
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah saya Dwi kartini Nim A1C118058 akan menjawab pertanyaan 1. Karena alkohol tersier memiliki stabilitas yang lebih tinggi dari karbokation tersier menengah.terimakasih
BalasHapus